Asal kekuatan Kiva
Sesuai asal katanya yang berarti King of Vampire, Kiva memang kekuatan yang hanya dimiliki oleh Raja Fangire secara turun-temurun. Dengan memperbudak ras Kivat yang menjadi sumber utama kekuatan ini, seorang Raja dapat berubah menjadi Kamen Rider Kiva. Kivat Bat akan memnggigit tangan sang Raja dan mengalirkan Active Force ke dalam darah fangire-nya sehingga akan memberikan kekuatan Kiva. Hal yang sama juga terjadi pada Wataru. Karena kekuatan Kiva yang dimilikinya meski ia hanya setengah fangire, ia berpotensi menjadi Raja dan menggeser kakaknya yang merupakan Raja sah tapi tidak memiliki Kiva.Bagaimana Wataru yang bukan keturunan Raja Fangire memiliki Kiva? Karena ibunya adalah seorang Queen. Jika Raja adalah pengguna kekuatan Kiva, maka Ratu adalah penyimpan atau pembawanya. Ratulah yang bisa memberikan Kiva pada penerus berikutnya jika Raja sebelumnya telah wafat. Dalam kekosongan itu, para fangire bisa jadi mengincar Kiva sebab Kiva sebenarnya dapat digunakan oleh sembarang fangire, hanya saja, yang sah dan berhak hanyalah seorang Raja. Namun, Queen memiliki dua orang anak, anak pertamanya adalah anak dari Raja terdahulu sedangkan anak keduanya adalah anak hasil hubungan terlarang dengan manusia. Yang sulung diwarisi kursi Raja secara sah namun yang bungsulah yang diberi Kiva. Jadi terjadi kemelencengan jalur dari yang semestinya.
Kiva yang diberikan kepada Wataru bukan Kiva yang sama dengan yang dimiliki Raja. Ras Kivat juga berkembang biak, dan yang diberikan ke Wataru adalah anak dari Kivat-nya Raja. Kivat yang memberikan kekuatan Kivat pada Raja adalah Kivat Bat 2nd, sedangkan Kivat yang memberikan kekuatan Kiva pada Wataru adalah Kivat Bat 3rd.
Wataru Kurenai
Wataru adalah satu-satunya orang yang dapat berubah menjadi Kamen Rider Kiva. Usianya 22 tahun.Karakterisitik
Wataru adalah seorang pemuda yang tidak suka bersosialisasi. Ia juga sangat mejaga kebersihan dan serba higenis sehingga tidak suka bersentuhan dengan manusia. Untuk keluar rumah, ia mengenakan baju tebal, masker, kacamata gelap, topi, serta syal untuk menutupi wajahnya; persis seperti vampir yang menyebunyikan diri di siang hari. Cara jalannya mengendap-endap. Jika didekati orang yang penasaran dengan tingkah lakunya, ia akan merasa alergi, gugup, dan berlari kabur.Tidak ada yang spesial darinya selain ia mahir bermain biola. Namun, justru itu yang setiap hari menjadi obsesinya sehingga ia tidak memedulikan hal-hal lain. Ia baru keluar rumah jika sedang butuh bahan untuk membuat biola. Bahan yang sesuai kriterianya pun sering tidak pada tempatnya, seperti pintu gereja, tulang ikan yang baru saja selesai disantap di warung makan, dan meja di depan kafe Maid’armour. Kemahirannya itu juga tidak pernah ditunjukkan di depan orang dan hanya dilantunkan di rumah sehingga tetangga-tetangganya sering protes dan menjulukinya Obaketaro, atau pemuda berhantu.
Dianugerahi kekuatan Kiva yang membuatnya harus menyelamatkan orang-orang dari fangire, ia akan menunaikannya dan setelah selesai ia bergegas pergi. Ia hanya melakukannya karena panggilan dan perintah dari Bloody Rose dan tidak pernah berpikir bagaimana dan mengapa ia memiliki kekuatan tersebut. Karena merasa itu sudah menjadi salah satu rutinitasnya sehari-hari, ia tidak punya alasan khusus mengapa ia bertarung. Begitulah ia hidup sehari-harinya. Awalnya memang begitu, tapi seiring waktu berjalan dimana ia bertemu banyak orang dan diajari untuk perlahan berubah, serta akhirnya mengetahui asal-usul dan takdirnya, Wataru kemudian memandang dunia lebih luas.
Hubungan
Sebagai tokoh utama yang berinteraksi dengan banyak tokoh lainnya, hal inilah yang membentuk dan juga memengaruhi perkembangan watak Wataru sepanjang cerita, mengapa ia bisa menjadi pemuda yang tertutup dan canggung sampai bagaimana ia bisa menjadi pribadi yang cocok mendapat predikat sebagai seorang pahlawan super.Keluarga
- Ayah (Otoya Kurenai)
Untuk semakin mengetahui sosok ayahnya, Wataru yang memang mewarisi bakat memainkan biola pun belajar sendiri secara otodidak. Ia berharap dengan cara itu ia dapat merasakan jiwa ayah yang sangat dirindukannya, terutama saat memainkan bloody rose, biola spesial dan misterius buatan ayahnya. Karena terlalu sering belajar memainkan biola sampai berisik, tetangga-tetangganya sering komplain. Namun, tekniknya makin bagus dan lama-lama tetangga-tetangganya senang dengan indahnya melodi yang ia mainkan. Selain memainkan biola, Wataru juga belajar membuat biola sendiri dan ia pun sesekali mendapat pesanan karenanya. Ia ingin bisa membuat biola sehebat dan seindah bloody rose seperti ayahnya.
Sebagai seorang anak laki-laki yang tumbuh tanpa bimbingan dan arahan dari figur seorang ayah, Wataru menjadi kurang memiliki rasa percaya diri dan cenderung menjadi anak cengeng, lemah, serta penakut saat masih kecil sehingga sering dijahili, padahal Otoya sejatinya adalah orang yang benci penindasan dan akan menghajar siapa saja yang berani mengekang kebebasannya. Wataru juga kadang memendam masalahnya sendiri dan meringkuk di kursi, padahal Otoya adalah orang yang sangat terbuka dan apa adanya, bahkan terkesan ceplas-ceplos. Wataru juga sangat pemalu jika berkenalan dengan orang-orang baru, padahal Otoya adalah orang yang sangat antusias dalam menyambut orang, bahkan kadang rasa percaya dirinya berlebihan saat mengenalkan dirinya. Pokoknya kalau dibandingkan, seolah-olah mereka itu bukan ayah dan anak, sama sekali tidak ada kemiripan sifat selain bakat biola dan bakat jalan berjinjit seperti penari balet.
Akhirnya, Wataru mendapat kesempatan untuk pergi ke masa lalu. Ia tak pernah mengira bahwa ayahnya adalah Kamen Rider IXA generasi pertama. Ia juga melihat bagaimana sosok ayahnya yang selalu pantang menyerah dan berusaha kuat demi ibunya, wanita yang dicintai ayahnya. Hal itu menyadarkan Wataru bahwa kematian Mio juga karena ia lemah dan tidak tegas. Ia tidak tahan melihat bagaimana penderitaan ayahnya berjuang melawan King, tahu bahwa hal itulah yang merengut nyawa ayahnya sehingga mereka tak pernah bertemu di kemudian hari. Namun dari situ, sekembalinya ke masa kini, Wataru berubah menjadi lebih tegar dan kuat. Tanpa berubah menjadi Kiva, ia sanggup memukul mundur fangire yang melukai teman-temannya. Ia juga mampu mengambil keputusan sulit untuk menjadi King, demi menolong kakaknya.
- Ibu (Maya)
Wataru sebenarnya sejak lahir kenyang kasih sayang oleh ibunya namun saat berumur sekitar 7 tahun, mendadak ibunya meninggalkannya sendirian di depan rumah ayahnya. Ia ingat bagaimana wajah sedih ibunya yang tak ingin berpisah seolah ibunya itu melakukan karena terpaksa. Wataru tak pernah tahu alasannya, ia hanya dipesan untuk sanggup bertahan hidup dan tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat. Sejak itu tak ada kabar dari ibunya lagi, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Peristiwa itu berpengaruh bagi perkembangan mental dan karakter Wataru. Ia tentu saja kesepian dan serasa menjadi anak yatim piatu.
Namun, ternyata ibunya itu masih hidup. Setelah belasan tahun tidak bertemu, ia dipertemukan dengan ibunya oleh Taiga dan melihat bagaimana kondisi ibunya sangat rapuh tidak terawat di sebuah gua. Ia akhirnya tahu bahwa dirinya adalah manusia setengah fangire dan mengapa bisa mempunyai kekuatan Kiva. Dari situ Wataru mulai memahami takdirnya dan mengubah cara pandangnya. Ia kemudian mengungkapkan identitasnya pada Aozora, namun hal itu semakin membuat keadaannya semakin terjepit. Saat Wataru bingung memposisikan dirinya karena tekanan Shima dan Taiga, ibunya pun menasihati Wataru untuk tetap berpendirian teguh pada jalan yang sama dengan ayahnya. Wataru sangat menyayangi ibunya, dan selalu melindunginya jika ibunya itu diincar para fangire, sebagai konsekuensi akibat kehilangan status Queen karena mencintai ayahnya yang seorang manusia.
- Kakak laki-laki (Taiga Nobori)
Saat bertemu Taiga kembali yang sudah menjadi presdir D&P, Wataru terpukul karena Taiga adalah tunangan Mio. Namun ia gembira mengetahi Taiga adalah kakaknya, tidak terlalu terkejut, dan malah memilih mudur dari hubungan cinta segitiga tersebut. Ia juga tidak bergeming saat Mio lebih memilih dirinya dengan syarat membunuh Taiga. Wataru yang sejak awal netral sempat bimbang karena Taiga memintanya menjadi tangan kanannya. Taiga lalu menyuruh Bishop untuk memaksa menarik potensi darah fangire dalam diri Wataru agar menjadi fangire utuh dan melupakan manusia. Hal itu berhasil sehingga Wataru menyerang para pemburu dari Aozora yaitu Nago, Megumi, dan Kengo. Hampir menewaskan Megumi, Wataru kembali sadar. Peristiwa itu membuat Wataru mengunci diri di rumah dan tak ingin terlibat lagi dalam pertikaian fangire dan manusia.
Setelah berhasil bangkit karena bujukan Nago, Megumi, dan Kengo yang memaafkan kejadian waktu itu, Wataru pun memilih melawan Taiga. Saat itu, ia tak sengaja menghempaskan Mio yang berusaha melerai mereka. Setelah kembali dari masa lalu dan bertemu ayahnya, Wataru meminta Taiga menuntaskan masalah mereka. Saat itu, ia melihat bahwa Taiga sudah kehilangan kepercayaan dari Bishop. Bishop dengan pasukan fangire-nya yang dibangkitkan dari kematian, mengganggu pertarungan mereka dan lebih memfokuskan menyerang Taiga. Dari situ Wataru mencoba memahami kakaknya, apa yang selama ini sudah ditempuh kakaknya sebagai seorang Raja, dan bagaimana kakaknya itu dulu menjalani hidup yang lebih kelam darinya.
Demi kakaknya, ia pun berpura-pura mendeklarasikan diri sebagai Raja, memancing Bishop dan seluruh fangire untuk menyerangnya. Wataru sempat marah kakaknya itu berkata sudah membunuh ibu mereka, membuat mereka bertempur kembali, lalu ia merangkulnya, dan menjelaskan semua yang terjadi. Akhirnya mereka bertarung bersama-sama melawan King 1986, yang dibangkitkan Bishop sebagai musuh terakhir. Wataru berkata bahwa kali ini ia mau menjadi tangan kanan kakaknya, tentu saja untuk membangun kerajaan fangire yang baru, yang damai dengan manusia.
Teman
Berikut diurutkan dari yang pertama bertemu dan mengenal Wataru- Shizuka Nomura
- Megumi Asou
- Keisuke Nago
- Kengo
Cinta
Mio Suzuki/Queen Fangire 2008Mio adalah cewek yang ceroboh dan pemalu. Mio adalah orang yang dicintai Wataru, demikian pula sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar